Details

TitleDeichuu ni Saku
Alternative Title(s)泥中に咲く; Blooming in the Mud
Performed byWolpis Kater
Composed byHarryP
Arranged byZenryakuP
Lyrics byHarryP

"Deichuu ni Saku" is the 11th track from the Korekara mo Wolpis Sha no Teikyo de Ookurishimasu. studio album released by Wolpis Kater. It was released on December 26, 2018.

歌詞:

砕けた心が濾過できなくて 涙はそっと枯れてゆく もう一粒も 流れなくて 可笑しいよねって 笑ってる     酷烈な人生 あなたを遮る迷路の荊棘 濁世の闇 立ちはだかる 君は誰よりも憂う人 だから今 僕らは溺れかけてる寸前だろう 正しい呼吸に救われた 今はいつか死ぬために生きてるだけだ 雨が嫌いなわけを知ると 深いところで思い出すこと そう 大粒のシャボン玉なら きっとふわふわでしとしと 地面の色を見て歩く 水溜りのない場所 選んでる さては 不遇な道を逸れるため 自己防衛だってするんでしょう 僕は今 人間です 今日も明日も その次の日も 認めるのは そのくらいでいい みんな別々の息を食べてる そう 君も今 人間です その姿が嫌いなだけで 憎めないよ 優しいから 君は誰の為にも願う人 ひとひらの花が散るために 水も土も光も その種も 僕の目の前にあるものが その意味も過去も未来も ひとつと欠けると生まれないぜ 僕も君も あの人も なんでもないと言いながら 過去の荷物を君に背負わせる 運命が通せんぼする 勘違い 自業自得だよ でも状況が良くないからね 逃げたいよね 生きたいよね この身体を投げ出す その瞬間があるとすれば この世の闇 切り裂いてさ ここに生まれた意味を探そうか 終わりの始まり 始まれば最後の人生だから 途方もない 旅の末に 今しかない「時」があるのだろう 雨に溺れることはないな それでもなんだか息苦しいな いつか死ぬために生きてるなんて それならさ それならば もう壊れない 壊れない 壊れない心の 鐘を鳴らそう 曇天だろう 泥まみれさ どこもかしこも 今 この世の行方を 遮る迷路に 線を引こうぜ その線がさ 重なる地図 君を照らすために咲く花さ

Transliteration:

kudaketa kokoro ga roka dekinakute namida wa sotto karete yuku mou hitotsutsubu mo nagare nakute okashii yo ne tte waratteru kokuretsu na jinsei anata wo saegiru meiro no keikyoku jokuse no yami tachihadakaru kimi wa dare yori mo ureu hito dakara ima bokura wa obore kaketeru sunzen darou tadashii kokyuu ni sukuwareta ima wa itsuka shinu tame ni ikiteru dake da ame ga kirai na wake wo shiru to fukai tokoro de omoidasu koto sou ootsubu no shabondama nara kitto fuwafuwa de shitoshito jimen no iro wo mite aruku mizu tamari no nai basho eranderu sate wa fuguuna michi wo soreru tame jiko booei datte surun deshou boku wa ima ningen desu kyou mo ashita mo sono tsugi no hi mo mitomeru no wa sono kurai de ii minna betsubetsu no iki wo tabeteru sou kimi mo ima ningen desu sono sugata ga kirai na dake de nikumenai yo yasashii kara kimi wa dare no tame ni mo negau hito hitohira no hana ga chiru tame ni mizu mo tsuchi mo hikari mo sono tane mo boku no me no mae ni aru mono ga sono imi mo kako mo mirai mo hitotsu to kakeru to umarenaize boku mo kimi mo ano hito mo nande mo nai to ii nagara kako no nimotsu wo kimi ni seowaseru unmei ga tousenbo suru kanchigai jigou jitoku da yo demo joukyou ga yokunai kara ne nigetai yo ne ikitai yo ne kono karada wo nagedasu sono shunkan ga aru to sureba konoyo no yami kirisaite sa koko ni umareta imi wo sagasou ka owari no hajimari hajimareba saigo no jinsei dakara tohou mo nai tabi no sue ni ima shika nai "toki" ga aru no darou ame ni oboreru koto wa nai na soredemo nandaka ikigurushii na itsuka shinu tame ni ikiteru nante sore nara sa sore naraba mou kowarenai kowarenai kowarenai kokoro no kane wo narasou donten darou doromamire sa doko mo kashiko mo ima konoyo no yukue wo saegiru meiro ni sen wo hikouze sono sen ga sa kasanaru chizu kimi wo terasu tame ni saku hana sa

English Translation:

Unable to filter the pieces of our broken hearts, our tears gently dried up, unable to shed another drop. “That's funny, isn't it?” we laugh... A difficult life, maze-like brambles that obstruct you. The darkness of this corrupt world blocks your path. You’re someone who’s more depressed than anyone else. So, right now, we’re probably on the verge of drowning. Saved by breathing correctly. Now, we simply live for the sake of dying someday. When we realise why we dislike rain deep down, we remember that large soap bubbles must be really soft and fluffy. While looking at every colors on the ground we make sure to walk where there are no puddles. Surely, you too, would resort to self-defence if you could avoid a difficult path. Right now, I am human; today, tomorrow too, and the day after that it's enough to admit it, everyone takes in different breaths. But you too are human, you just hate being one, that's all. But you can't hate it, because you're a kind person, you're that someone who would pray for just about anyone. It takes, for a single blossom to scatter, water, earth, sunlight and its own seed. Whatever lies right in front of me, its meaning, past and future, if a single one of those were missing, nothing would be born: not me, not you, and neither that person. “It’s nothing” - I say as I burden you with my past. Destiny getting in your way is a misunderstanding. You reap what you sow. But because this situation is unpleasant, you want to run away, right? You want to live, right? If there is a moment when you feel like throwing yourself, cleave through the darkness of this world, and let us search for the reason you were born. The beginning at the end, once it begins, it will be your final life, at the end of an endless journey, there must be a “time” where it’s now or never. “It’s impossible to drown in the rain”, even so, it feels like it’s hard to breathe. “We live for the sake of dying someday”, if that is so, if that is so, we'll never break again. Never. Never. Never. Let the unbroken bells of our hearts resound everything will be covered by dark clouds and smeared with mud. Let us draw a line inside the maze that obstructs the path of the world now. This line will be the overlapping map: he flower that blooms for the sake of illuminating you.

Terjemahan Indonesia:

Tak mampu menyaring hati yang telah rusak, air mata pun diam-diam menjadi layu. Satu bulir sekalipun tak lagi mengalir, konyol ya kan? aku pun tertawa. Kehidupan yang kejam ini mengganggumu bak labirin semak berduri. Kegelapan dunia umat manusia ikut mengganggu, engkaulah orang yang menderita lebih dari siapapun. Oleh karena itu, sekarang, diri kita ini di ambang hampir tenggelam bukan? Terselamatkan oleh cara bernafas yang benar, saat ini kita sekedar hidup untuk mati suatu hari nanti. Begitu sadar bahwa aku membenci hujan, jauh di lubuk hati, aku teringat sesuatu. Ya, kalau hanya gelombang sabun yang besar itu saja, pastinya begitu ringan dan begitu lembut. Selagi melangkah memandang warna daratan, kita memilih untuk menapaki daerah tanpa genangan air. Kini, agar tidak tersesat ke arah jalan kemalangan, kita berusaha melindungi diri sendiri, bukan? Saat ini aku adalah seorang manusia, untuk hari ini, keesokan harinya, juga hari-hari seterusnya. Semata-mata mengakuinya, itu saja sudah cukup, sebab semua orang menelan udara yang berbeda-beda. Ya, saat ini kau juga adalah seorang manusia, dirimu hanya membenci sosok tersebut. Janganlah dibenci, karena kau adalah orang baik hati, engkaulah orang yang rela berdoa demi siapapun. Demi menyerbakkan satu kelopak bunga, air, tanah, cahaya, dan juga bibit itu, Seluruh benda di hadapanku tersebut semuanya bermakna, baik masa lalu dan masa depannya. Berkurang satu hal saja, maka takkan ada yang terlahir. Mau itu diriku, dirimu, ataupun orang itu. "Tidak ada apa-apa", selagi berkata begitu, aku pun membebanimu dengan masa laluku. Takdir pun menghalangi jalannya, kesalahpahaman pun mendapat balasannya. Tapi situasinya tetap saja tak membaik, ya. Kau ingin kabur, kan? Kau ingin tetap hidup, kan? Berkeinginan untuk membuang tubuh ini, kalau saja momen seperti itu akan datang. Dengan menyayat kegelapan dunia ini, marilah mencari makna dari kelahiran kita di sini. Permulaan dari sebuah akhir, begitu dimulai, itulah akhir dari kehidupan. Di akhir perjalanan yang tidak masuk akal sekalipun, pasti ada 'saat' kita harus memilih sekarang juga atau tidak sama sekali, kan? "Tenggelam karena hujan adalah hal yang mustahil", meski begitu, entah kenapa nafas terasa sesak. "Sekedar hidup untuk mati suatu hari nanti", kalau begitu, kalau begitu, sudah takkan hancur lagi, takkan hancur lagi, hati yang takkan hancur lagi ini, menggemakan loncengnya. Cuacanya mendung, kan? Mereka yang berlumpuran ada di segala tempat. Kini, kepada keberadaan dunia ini, marilah kita tarik garis labirin penghambatnya. Garis-garis itu menumpuk menjadi peta dan itulah bunga yang akan mekar demi menerangimu.
Wolpis Kater

Wolpis Kater (ウォルピスカーター) or also known as Wolpis Carter is an utaite who started singing in 2012. Wolpis Kater has a high pitched voice which can be mistaken for female at times, but his voice can become manly when he sings lower, such as in his cover of "How-to Sekai Seifuku" or "Sarishinohara". He is known for his ballad songs, ...

All site material is property of their respective copyrights owners. All material provided for educational purposes and personal use only. No copyright infringement intended. Please support the artists by purchasing related recordings and merchandise.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.